Bengkulu Selatan – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jeranglah Tinggi terus berinovasi dalam menggerakkan roda perekonomian desa. Kali ini, BUMDes meluncurkan program usaha ayam petelur sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan desa sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat. Selasa (01/06/2026).
Kegiatan ini dilakukan dengan membangun kandang ayam petelur skala komersial yang dikelola secara profesional. Hasil produksi telur nantinya akan dipasarkan ke pasar lokal maupun regional, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kebutuhan pangan sekaligus menambah sumber pendapatan desa.
Kepala Desa Jeranglah Tinggi (Pjs) johan sopriyadi, menyampaikan bahwa usaha ayam petelur ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah desa dalam mendukung kemandirian ekonomi.
“Kami berharap usaha ayam petelur ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan BUMDes, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi warga. Dengan adanya usaha ini, desa kita bisa lebih mandiri dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” ujar Kepala Desa.
Direktur BUMDes Jeranglah Tinggi menambahkan bahwa usaha ini akan dijalankan dengan sistem manajemen modern, termasuk pemeliharaan ayam, distribusi telur, dan pemasaran yang terintegrasi.
“Kami menargetkan produksi telur bisa stabil setiap hari. Selain untuk memenuhi kebutuhan lokal, kami juga akan menjalin kerja sama dengan pedagang dan koperasi agar distribusi lebih luas,” jelasnya.
Sejumlah warga menyambut baik program ini. Salah satu warga, Pak Hasan, mengatakan:
“Dengan adanya usaha ayam petelur, kami merasa desa semakin maju. Selain bisa membeli telur dengan harga terjangkau, kami juga punya kesempatan untuk ikut bekerja di usaha ini.”
Program ayam petelur BUMDes Jeranglah Tinggi diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana desa dapat mengoptimalkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan. (Dk)
